Alasan Honda Indonesia Tetap Jual Mobil Hybrid Dibandingkan Listrik
Herdi · 4 Mar, 2024 18:50
0
0
PT Honda Prospect Motor (HPM) kini tengah keranjingan menjajakan mobil hybrid Honda untuk pasar Indonesia dibandingkan mobil listrik.
Hal ini terlihat dari pabrikan berlogo H tegak yang menawarkan mobil bermesin ganda yaitu Honda CR-V RS e:HEV dengan banderol Rp814.400.000 dan Honda Accord RS e:HEV dijual Rp959.900.000.
Menurut Business Innovation and Sales & Marketing PT HPM, Yusak Billy untuk semakin memperkenalkan kendaraan elektrifikasi seperti hybrid perlu edukasi.
"Luar Jakarta harus kita edukasi lagi, soalnya hybrid tuh memang paling praktis sekarang," ungkap Billy saat ditemui di kawasan Cikini beberapa waktu lalu.
Billy menyebutkan, jika mobil Hybrid sudah bisa dinikmati di luar Jakarta, terlebih di kota-kota besar seperti Surabaya, Bandung hingga Medan.
Lain halnya dengan mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) yang justru terfokus di Jakarta, sedangkan di daerah lain jumlahnya sedikit dan infrastruktur masih terbatas.
Honda Accord e: HEV resmi meluncur di Indonesia akhir tahun 2023
Billy juga meyakini bahwa mobil Hybrid dari Honda cukup menarik karena mengusung Strong Hybrid, dimana tenaga yang dihasilkan 207 Ps dan torsi 335 Nm.
Hanya saja saja agar semakin disukai konsumen, ada beberapa hal yang terus ditingkatkan seperti melakukan sosialisasi di sosial media, membeberkan sejumlah keunggulan hybrid, hingga menyediakan sesi test untuk merasakan performanya.
"Karena teknologi (Hybrid) belum terlalu terlalu tersosialisasi terutama mengenai baterai dan (masyarakat) juga masih ada takutnya," ucapnya.
Honda bukan tak sanggup membuat mobil listrik, karena sejatinya mereka telah memiliki Honda e yang sudah dijual di Jepang dan negara-negara maju.
Selain itu, Honda juga sebenarnya masih dalam pengujian untuk mobil listrik Honda N-Van EV Prototype, bahkan pengetesan dilakukan selama tiga bulan dan digunakan oleh Pertamina.
Akan tetapi saat ini Honda Indonesia masih keukeuh belum akan menjual mobil listriknya.
"Saya pernah ngomong di IIMS (pameran otomotif di Indonesia), survei kami dinternal, alasan pertama fomo (Fearing of Missing Out atau tidak mau ketinggalan tren)," ujar Billy.
Honda e merupakan mobil listrik milik Honda saat ini, namun belum dijual di Indonesia
Untuk alasan kedua, Billy meyakini mereka yang membeli mobil listrik hanya untuk menghindari aturan ganjil genap.
Menurut Billy, alasan ketiga seseorang ingin memiliki mobil listrik adalah menginginkan driving experience atau pengalaman berkendara berbeda karena dianggap lebih powerfull.
Selain itu, mereka yang membeli mobil listrik diketahui karena ingin merasakan kesempatan mendapatkan harga yang sudah disubsidi pemerintah.
Sekaligus mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan baik saat mengisi daya maupun after sales.
Mobil listrik Honda e kini digunakan sebagai mobil perkenalan dan dipakai untuk program Honda e: Technology City Tour di Jakarta.
"Mereka yang nggak beli kita juga survei, jawabannya infrastruktur, karena charger-nya susah, resale value, sekarang yang beli (mobil listrik) mobil kedua, ketiga, atau keempat," ujarnya.
Selain itu, lanjut Billy, mereka yang belum ingin membeli mobil listrik diketahui karena masih menunggu teknologi baru.
Maka dari itu, Honda saat ini belum mau mengumbar strategi dalam penjualan mobil listrik, dan sebaliknya mereka masih ingin menawarkan mobil hybrid kepada masyarakat di Indonesia.
Mengawali karir sebagai jurnalis sejak tahun 2011 di salah satu media massa Nasional Tanah Air. Memiliki ketertarikan untuk membahas bidang otomotif, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga bus dan truk.