Ikut Balap ISSOM 2022, Honda Civic Type R HRI Hanya Bermodalkan Mesin Standar
Enda · 15 Mar, 2022 08:30
0
0
Honda Civic Type R HRI di ISSOM 2022
Balap Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) untuk musim 2022 resmi digelar. Di kejuaraan touring, balapan yang terbagi menjadi 7 seri ini terdapat beberapa kelas, Super Touring Car Racing (ISTCR) 3.600 cc, Touring Car Race (ITCR) 1.500 cc dan 1.200 cc.
Pada kelas ISTCR 3.600 cc, tim dari Honda Racing Indonesia (HRI) mengikuti Honda Civic Type R yang dikemudikan oleh Alvin Bahar. Pada musim sebelumnya, HRI juga ikut serta dalam kejuaraan touring serta slalom nasional, dengan Alvin Bahar pada kelas ITCR Max 1.600 cc menggunakan Honda Jazz.
“Pada ISSOM 2022 ini saya berkesempatan mengendarai Honda Civic Type R sebagai mobil yang diciptakan khusus untuk sirkuit. Dan ini merupakan pertama kalinya Honda menurunkan Civic Type R di kelas ISTCR 3.6. Sebenarnya di kelas ini terbilang bebas, meski begitu saya tetap menggunakan mesin standar pabrikan,” ucap Alvin.
Seperti yang disampaikan Alvin Bahar, di musim 2022 ini dirinya hanya melakukan persiapan ringan. Karenannya pada Honda Civic Type R kondisi standar sudah terasa kencang sehingga hanya minim modifikasi balap.
Modifikasi Honda Civic Type R HRI Sebatas Jok Bucket Hingga Sistem Pengereman
HRI hanya memberikan modifikasi ringan pada Honda Civic Type R di ajang balap ISSOM 2022
“Sejalan dengan startegi Honda, kami menggunakan mobil dengan produksi massal. kami terjun dengan mobil yang tidak melakukan banyak modifikasi. Ubahan yang dilakukan dalam balapan seperti penggunaan jok bucket seat, seat belt 6 titik, tabung pemadam, memaksimalkan handling agar lebih stabil dan rigid di aspal serta sistem pengereman,” imbuhnya.
Dalam kondisi standar, Honda Civic Type R dibekali mesin berkodekan K20C1 berkubikasi 2.000 cc DOHC 4 silinder segaris, 16 katup VTEC Turbo + DBW. Menurut data di atas kertas, mesin ini mampu memuntahkan tenaga hingga 310 PS @6.500 rpm serta torsi maksimal mencapai 400 Nm @2.500-4.500 rpm yang dapat melaju hingga 216 km/jam.
Untuk membuatnya berjalan, mesin dengan teknologi Earth Dreams Technology yang diklaim masih terkencang di keluarganya tersebut dikawinkan transmisi manual 6-percepatan, yang kemudian diarahkan ke penggerak roda depan (FWD).
Seorang pengagum otomotif sejak kecil, yang suka mengoprek kendaraan di akhir pekan, membuat penulis semakin cinta pada dunia otomotif. Yang pada akhirnya hoby tersebut membawanya ke dalam dunia pekerjaanya sebagai penulis hingga saat ini.