Alhasil pada kompetisi ini bukan soal kemampuan para instruktur saja yang ditingkatkan, tapi juga soal perilaku dan penerapan dalam keseharian.
Ekkasit Najaitruek, Manager Traffic Safety Strategic Management Department Traffic Safety Promotion Function Thai Honda Co., Ltd menyebut, dampak kompetisi ini hanya 20 persen untuk perusahaan.
80 persen penerapan ilmu berkendara yang mereka peroleh, kebanyakan digunakan untuk kegiatan di luar Honda.
"Agar tujuan kami mengkampanyekan cara keselamatan saat berkendara bisa tercapai, mengingat faktor terbesar kecelakaan adalah faktor pengendaranya," katanya.
Peserta melewati sesi Slalom.
Ia juga menyebutkan para instruktur yang hadir mendapatkan materi kurikulum baru dari instruktur asal Jepang.
"Misalnya cara berkendara malam hari, yang mana saat malam banyak pengendara yang tak peduli dengan kondisi sekitar," ucap Ekkasit.
"Banyak yang merasa berkendara saat malam itu aman dan bisa cepat, tapi berkendara malam justru punya potensi kecelakaan yang besar," sambungnya.
Apalagi harus diakui jika cara berkendara orang-orang Asia dan Oceania masih banyak yang serampangan dan abai soal keselamatan.
Wakil Indonesia Boyong Piala
80 ilmu berkendara diserap masyarakat.
Perwakilan instruktur safety riding Honda asal Indonesia pada kompetisi berhasil mencatatkan hasil positif.
Setidaknya ada empat piala yang berhasil dibawa pulang ke Tanah Air, lewat empat perwakilannya.
Mulai menyukai dunia otomotif sejak masih duduk di bangku SMA. Kecintaannya dimulai dengan mengoprek sepeda motor yang diberikan orangtuanya, dan terus mencintai dunia otomotif khususnya roda dua. Kecintaannya membuat dirinya berkecimpung dalam industri media otomotif sampai saat ini.
Facebook : Ainto Harry Budiawan
Instagram : harrykriwil