4 Fakta Menarik CX-30, SUV Kompak Premium Mazda dengan Banyak Keunggulan

Menempati segmen SUV kompak premium, Mazda CX-30 merupakan salah satu produk unggulan PT Eurokars Motor Indonesia (EMI). Saat ini CX-30 hanya ditawarkan satu varian saja, yakni Grand Touring yang mana per Januari 2025 dibandrol Rp583.300.000.

Mobil ini dirancang dengan tujuan untuk memperkaya kehidupan para konsumen dalam membantu merasakan penemuan baru di kehidupan sehari-hari, dengan mengusung teknologi sama seperti mobil Mazda lainnya.

Mengetahui apa saja fakta menarik dari Mazda CX-30, simak ulasan berikut.

Baca juga: Akhirnya Mazda Bakal Punya Pabrik di Indonesia, Apakah Buat CX-30?

1. Mazda CX-30 Tampil Revolusioner

Mazda CX-30 tampil futuristik dan sporty

Sebagai SUV kompak premium, Mazda CX-30 hadir di Indonesia berhadapan secara langsung dengan Toyota Corolla Cross. Secara tampilan, CX-30 terlihat begitu revolusioner berkat desain yang ditampilkan.

Seperti mobil Mazda lainnya, CX-30 mengusung gaya bahasa desain Kodo-Soul of Motion sebagai ikoniknya. Membawa konsep desain ‘Sleek & Bold’, CX-30 secara bentuk terlihat begitu proposional untuk sebuah kendaraan SUV kompak premium yang juga bergayakan coupe.

CX-30 juga sering disebut Charge and Release dengan bahasa desain yang berasal dari garis sapuan kuas, yang digunakan dalam kaligrafi Jepang dan dikembangkan untuk mengintegrasikan tiga faktor kunci dari tema desain KODO terbaru. Adapun tema desain KODO Soul yang diusung seperti Yohaku yang berartikan keindahan ruang kosong; Sori, kurva yang menggambarkan ketenangan dan keseimbangan; serta Utsuroi, permainan cahaya dan bayangan.

Berkat desain yang diterapkan, CX-30 tak hanya terlihat futuristik namun juga agresif dan sporty. Menggunakan lampu LED dengan projector, lampu depannya didukung dengan DRL LED yang menonjolkan kemewahan sekaligus meningkatkan visibilitas berkendara. Menariknya, lampu yang digunakan sudah dibekali teknologi auto on dan auto levelling yang bisa membuat lampu naik dan turun secara otomatis dalam kondisi tertentu.

Di bagian samping, mobil ini memiliki lekukan garis tegas yang terlihat radikal mengalir dari fender depan dan dibuat menurun ke roda belakang dengan memberikan kesan kecepatan dan kekuatan. Spionnya dilengkapi fitur berupa pengaturan elektrik, pelipatan otomatis, auto-dimming dan memory function.

Panoramic roof CX-30

Pada bagian atap terdapat roof rail yang bisa dimanfaatkan untuk menambahkan roof rack maupun roof box, serta adanya panoramic sunroof yang bisa meningkatkan gaya berkendara serta memberikan kesan ruang kabin lebih luas. Mengenai lingkar roda, mobil ini dipadukan velg 18 inci multi-spoke yang dilabur warna gun mettal.

CX-30 memiliki lampu belakang yang terlihat anti-mainstream. Stoplampnya berbentuk bulat dengan bagian tengah sebagai lampu sein. Untuk memudahkan pengemudi lain di belakang, pada pintu bagasi juga terdapat stoplamp dengan bentuk menyudut dengan lampu mundur di bagian atas.

Menariknya, di bagian belakang terdapat wiper, defogger dan spoiler, serta pintu bagasi dengan fitur power tailgate. Keberadaan power tailgate sendiri memudahkan penggunanya ketika ingin membuka dan menutup pintu secara otomatis hanya dengan sekali menekan tombol. Mobil ini juga dilengkapi double muffler yang semakin mempertegas kesan sporty.

2. Punya Fitur Menarik

Interior CX-30

Fakta menarik dari Mazda CX-30 untuk bagian dalam, mobil ini memiliki pandangan mengemudi yang cukup luas dikarenakan bentuk dashboardnya yang landai. Dibungkus menggunakan bahan kulit premium dengan sentuhan halus, pada center cluster disematkan head unit 10,25 inci dengan Mazda Connect.

Sistem hiburan Mazda Connect dengan tampilan floating ini juga dilengkapi Commander Control, yang ditempatkan secara ergonomis di bagian konsol tengah. Mazda connect terbaru ini ditemani dengan 12 buah speaker garapan BOSE yang menghasilkan suara lebih berkualitas.

Di bawah sistem hiburan terdapat tombol pengaturan AC dual-zone, sehingga pengaturan suhu untuk sisi kiri dan kanan dapat diatur secara terpisah menyesuaikan akan kebutuhan. Memudakan pengemudi ketika ingin menjalankan beberapa fitur, pada setirnya mobil ini dilengkapi dengan beberapa tombol yang terhubung langsung ke head unit dan meter cluster. Bahkan ada juga tombol Cruising & Traffic Support (CTS) bagian dari Adaptive Cruise Control (ACC).

Jok pengemudi dengan pengaturan elektrik

Untuk setir sudah dilengkapi pengaturan tilt & telescopic yang memudahkan pengemudi mendapatkan posisi berkendara yang pas. Bicara meter cluster, mobil ini menggunakan tampilan analog dan layar 7 inci TFT meter di bagian tengah dengan tampilan membulat bagian dari odometer.

Masih di sisi pengemudi, pengaturan joknya dilengkapi pengaturan elektrik 10 arah berikut memory seat dan lumbar support. Untuk spion tengah dibekali auto dimming yang dapat meredupkan sinar lampu kendaraan lain dari belakang.

Hal menarik lainnya yaitu keberadaan wireless charger (15W-power supply), USB Type-C connectivity, Electric Parking Brake (EPB), Auto Hold, Head up Display, paddle shift, serta i-Stop (teknologi idling stop) yang merupakan teknologi pintar untuk menghemat penggunaan bahan bakar dengan mematikan mesin saat mobil berhenti sesaat.

Baca juga: New Mazda CX-3 2024 Resmi Meluncur di Indonesia, Spesifikasinya Bisa Patahkan Dominasi Honda HR-V

3. Fitur Keselamatan i-Activesense dan GVC Plus

Fitur i-Activesense CX-30

Mazda CX-30 memiliki fitur keselamatan yang terbilang komplit. Sebagai fitur standar, mobil ini sudah menggunakan rem cakram di semua roda dengan Antilock Brake system (ABS) with Electronic Brakeforce Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA). Selain itu terdapat pula Dynamic Stability Control (DSC) dan Traction Control System (TCS), Hill Launch Assist (HLA) ,Emergency Stop Signal (ESS), sensor parkir depan dan belakang, serta kamera belakang.

Memberikan rasa aman dan nyaman selama berkendara, mobil ini dibekali dengan 6 airbags, Collapsible steering shaft & injury-minimizing brake pedal, neck injury mitigation front seats serta ADAS yang dinamai i-Activesense.

Fitur i-Activesense pada Mazda CX-30:

  • Adaptive front-lighting system (AFS)
  • High-beam control (HBC)
  • Smart city brake support [Forward] (SCBS-F)
  • Smart brake support (SBS)
  • Forward obstruction warning (FOW)
  • Mazda radar cruise control (MRCC) [30 km/jam]
  • Lane departure warning system (LDWS)
  • Lane keep assist system (LAS)
  • Driver attention alert (DAA)
  • Blind spot monitoring (BSM)
  • Rear cross-traffic alert (RCTA

Oh iya, CX-30 mengusung teknologi G-Vectoring Control Plus (GVC Plus). GVC Plus sebagai cara Mazda untuk membuat pergerakan kendaraan lebih responsif dan kenyamanan berkendara. Saat memasuki tikungan, GVC Plus menurunkan torsi putaran mesin sementara, untuk memindahkan berat dan meningkatkan cengkeraman roda depan. Selama kendaraan menikung, torsi mesin dinormalkan kembali untuk memindahkan berat kebelakang dan meningkatkan stabilitas.

Saat tikungan berakhir daya pengereman diaplikasikan ke roda terluar untuk membantu mengembalikan kendaraan ke posisi lurus. Sistem ini mengurangi kebutuhan koreksi setir serta memperhalus efek gravitasi untuk mengurangi goyangan tubuh pengemudi.

4. Berbekal Mesin SKYACTIV-G 2.0 dengan Performa Besar

Mesin SKYACTIV-G 1.998 cc

Fakta menarik lain dari CX-30 ada pada jantung pacunya. Mobil ini dipersenjatai mesin SKYACTIV-G 1.998 cc 4-silinder segaris DOHC 16 valve yang dapat memeras tenaga sebesar 155 PS di 6.000 rpm dan torsi 200 Nm pada putaran 4.000 rpm. Jantung pacunya dikawinkan transmisi otomatis SKYACTIV 6-percepatan dengan mode Sport.

Baca juga: Test Drive Mazda CX-60: Menyelami Filosofi The Perfect Jinba-Ittai

FAQ

Mazda CX-30 tahun berapa?

Mazda CX-30 diperkenalkan pertama kali di Indonesia pada 2019. Setahun setelahnya, mobil ini meluncur secara resmi di Tanah Air dan sempat mendapat satu kali pembaruan pada fiturnya.

Berapa konsumsi BBM Mazda CX-30?

Dengan kecepatan rata-rata yang ditempuh 80-100 km/jam, disebutkan bahwa Mazda CX-30 mampu mencatatkan konsumsi bahan bakar sampai dengan 13,2 km/liter. 

Mazda CX-30 pakai RON berapa?

Melihat data, mesin SKYACTIV-G 2.0 yang digunakan oleh CX-30 memiliki angka kompresi 13:1. Berdasarkan angka kompresi yang dimiliki, disarankan CX-30 menggunakan bensin dengan angka RON 98 atau sejenis pertamax turbo.

    Channel:
Ikuti media sosial kita:
Enda

Senior Writer

Seorang pengagum otomotif sejak kecil, yang suka mengoprek kendaraan di akhir pekan, membuat penulis semakin cinta pada dunia...

Beli mobil lebih mudah dan tak perlu nunggu lama

pengguna tukar tambah mobil impiannya
Tambahkan
mobil Anda

Upgrade

Mazda CX-30

Video Pendek Terkait

Related Videos

2021 Mazda CX-30 Turbo Ups Power | Drive, Interior & Exterior

I Review the All-New Mazda CX30 Sport!!

Indonesia Modification and Lifestyle Expo (IMX) 2025 kembali digaungkan. Pameran modifikasi mobil terbesar di Indonesia ini bakal berlangsung 10-12 Oktober di Hall 9 dan 10, ICE BSD City, Tangerang. IMX tahun ini merupakan yang kedelapan kalinya digelar oleh NMAA (National Modificator and Aftermarket Association). Adapun IMX yang pertama kali digelar pada 2018. Karena itulah, tema yang diangkat pada IMX 2025 adalah "8VOLUTION". Tema ini dihadirkan dengan tujuan mencerminkan evolusi industri otom
Nissan Skyline GT-R R32 EV ini bukan sekedar ditambahkan kata "EV" di depannya. Namun mobil ini benar-benar berubah total jadi Godzilla listrik. Nissan Skyline GT-R R32 sudah pasti sebuah mobil yang sangat dihafal oleh para car enthusiast. Sebab inilah satu dari beberapa generasi GT-R yang ikonik dari Nissan. Kabar baiknya, Nissan Skyline GT-R R32 sekarang bangkit lagi, dengan perawakan yang sama dengan saat pertama kali muncul di 1989. Tapi kabar lainnya, mobil ini bukan dipersenjatai dengan me
Pemerintah memang sudah menggaungkan adanya tambahan opsen pajak kendaran bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Kedua ada juga tambahan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen untuk pembelian mobil. Kedua elemen baru di pajak kendaraan bermotor ini dinilai akan membuat pengeluaran masyarakat akan belanja kebutuhan kendaraan bermotor semakin mencekik. Hal ini diungkapkan oleh Riyanto selaku Pengamat Otomotif LPEM Universitas Indonesia (UI). Menurut dia sebelum opse
Penjualan mobil Nasional dan industri otomotif pada umumnya dinilai membutuhkan tambahan insentif dari pemerintah Indonesia. Langkah ini demi memperbaiki keterpurukan penjualan mobil Nasional di 2024 untuk kembali mencapai target 1 juta unit. Pasalnya, dalam menghadapi 2025, industri otomotif dihadapkan pada beberapa tantangan, termasuk dua diantaranya yang cukup membuat penjualan kendaraan bermotor bisa mengkhawatirkan. Yaitu kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% dan penerapan opse
Mitsubishi Xforce Ultimate DS (Diamond Sense) serta varian lainnya jadi senjata baru bagi PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) untuk mendulang penjualan di pasar otomotif Nasional. Menurut Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI Yoshio Igarashi, keberadan Xforce yang hadir pada tahun 2023 turut berkontribusi dalam meningkatkan penjualan mobil Mitsubishi Motors di Tanah Air. "Kami sampaikan sales volume meningkat 10-20 persen," saat ditemui disela acara Mitsubishi Xfor

Mobil Rekomendasi

PopulerTerbaruPembaruan
Hot
Toyota

Toyota Calya

Rp 170,20 - 190,00 Juta

Lihat Mobil
Subaru

Subaru Crosstrek

Rp 549,50 Juta

Lihat Mobil
Suzuki

Suzuki Grand Vitara

Rp 359,40 - 384,40 Juta

Lihat Mobil
Mendatang
Xpeng

Xpeng X9

Belum Tersedia

Lihat Mobil
Mendatang
Xpeng

Xpeng G6

Belum Tersedia

Lihat Mobil
Mendatang
Leap Motor

Leap Motor T03

Belum Tersedia

Lihat Mobil
Mendatang
Leap Motor

Leap Motor C10

Belum Tersedia

Lihat Mobil
Mendatang
Geely

Geely EX5

Belum Tersedia

Lihat Mobil
Chery

Chery J6

Rp 498,00 - 558,00 Juta

Lihat Mobil
Maxus

Maxus Mifa 9

Rp 1,09 Milyar

Lihat Mobil
Aletra

L8

Rp 445,00 - 488,00 Juta

Lihat Mobil
Chery

Chery Tiggo 8

Rp 349,50 - 400,00 Juta

Lihat Mobil

Perbandingan Mobil Terkait

Mazda CX-30
Lihat