Ada pun yang nampak hanyalah tulisan BBM jenis Pertamax, Pertamax Green dan Pertamax Turbo.
Petugas SPBU sendiri mengatakan pihaknya sudah dua pekan tak lagi menjual BBM tersebut.
"Kami sudah dua pekan tidak jual Pertalite lagi. Sebagai gantinya Pertamax Green dengan harga Rp 13.900/liter," bilang petugas tersebut, dilansir Suara Pembaruan.
Pertalite sendiri merupakan bahan bakar subsidi dengan nilai Research Octane Number (RON) 90.
Sedangkan Pertamax Green memiliki angka RON lebih besar yakni 95, yang merupakan BBM jenis paling baru dari Pertamina.
Itulah mengapa harga Pertamax Green lebih mahal, bahkan dari Pertamax yang Rp 12.950/liter.
Hal ini tentu membuat heboh, apalagi sebelumnya sempat tersiar kabar akan ada pembatasan, khusus motor bermesin lebih dari 125 cc.
Yang membuat Honda PCX 160 atau Yamaha NMax tak bisa ikut antri BBM subsidi itu.
Alternatif Pertalite
Dari Pertalite bisa naik ke Pertamax.
Pertalite sebagai bahan bakar yang paling murah dengan harga jual Rp 10.000/liter karena disubsidi, jelas jadi favorit.
Namun jika kelangkaan ini semakin meluas, maka mau tak mau harus mencari alternatifnya.
Jika ingin tetap dengan BBM oktan 90, maka bisa memakai Vivo Revvo 90 yang harga April dilepas Rp 12.800/liter.
Kok mahal? Iya, karena BBM ini tak dapat subsidi, dan harganya fluktuatif mengikuti harga minyak dunia.
Alternatif lainnya tentu ada ada Pertamax yang masih sama-sama dari Pertamina, dengan harga Rp 12.950/liter.
Kemudian opsi BBM dari SPBU swasta lainnya bisa lirik Shell Super dengan Rp 14.530/liter.
Atau bisa juga BP-AKR BP 92 yang dilepas Rp 14.300/liter. Meski lebih mahal, SPBU swasta relatif lebih nyaman untuk mengisi BBM, karena antrian yang tak panjang.
Mulai menyukai dunia otomotif sejak masih duduk di bangku SMA. Kecintaannya dimulai dengan mengoprek sepeda motor yang diberikan orangtuanya, dan terus mencintai dunia otomotif khususnya roda dua. Kecintaannya membuat dirinya berkecimpung dalam industri media otomotif sampai saat ini.
Facebook : Ainto Harry Budiawan
Instagram : harrykriwil