Salah satu aksesoris yang kini wajib menempel pada mobil adalah kaca film. Bukan cuma dapat mengurangi tolak panas dari sengatan matahari langsung, kaca film juga mampu menjaga privasi sang pemilik mobil.
Sayangnya masih banyak pemilik kendaraan roda empat yang kurang memahami memilih kaca film terbaik. Umumnya, mereka hanya memasang kaca film yang gelap atau memilih kaca film murah. Padahal kalau asal pasang kaca film mobil, ternyata ada bahaya yang bisa meneror loh!
Untuk itulah penting menentukan seperti apa langkah yang harus diperhatikan saat memilih kaca film mobil terbaik.
Siswanto, Marketing and Promotion Manager PT Krisant Pundimas Sejahtera selaku sole distributor Wincos Automotive Film di Indonesia, mengungkapkan, sebelum berniat memasangkan kaca film pada mobil kesayangan, ketahui lebih dulu berapa persen tolak panas yang dimiliki kaca film tersebut.
“Yang perlu diperhatikan cari tahu tolak infra red dari matahari. Kaca film yang bagus punya kadar menolak panas 80-99%,” ujarnya. Ia juga membeberkan jika kaca film dengan harga ratusan ribu, umumnya kurang berkualitas. Karena kaca film seperti ini hanya memiliki tolak panas berkisar 43%.
Bahkan setelah dilakukan pengetesan, kaca film yang tidak berkualitas akan mengalami penurunan daya tolak panas secara cepat dan terjadi perubahan warna ketika sering tersengat matahari langsung.
Baca juga : Ada yang Bisa Tahan Sampai 10 Tahun, Tapi Kaca Film Mobil Sebaiknya Diganti Tiap Interval Ini
Adapun Wincos sebagai kaca film yang diproduksi di Jepang, memiliki daya tolak panas maksimal sampai 97% dan minimal 95%. Kemampuan tolak panas yang sangat baik ini disebutkan akibat adanya teknologi Extruded Dyed Film (EDF).
Kemudian kaca film Wincos juga sudah menggunakan bahan dasar berwarna hitam sehingga tidak perlu lagi proses pewarnaan yang malah merusak karakteristik termal pada sifat kaca film tersebut. Ini berimbas pada daya tahan kaca film Wincos jadi lebih lama dibanding merek lainnya.
Tingkat kegelapan kaca film yang tinggi juga kerap kali dipilih para pengguna mobil. Alasannya kaca film gelap dapat menjaga privasi sang pemilik mobil lebih baik dari pihak-pihak luar yang tak bertanggung jawab.
Namun pemilik mobil juga harus memikirkan fakor keselamatan. Sebab semakin gelap kaca, terlebih lagi bagian depan, maka visibilitas juga jadi menurun. Akibatnya daya pandang pengemudi jaid terbatas apalagi di malam hari atau sata kondisi hujan deras.
Baiknya pemilihan kaca film jangan terlalu gelap. Untuk samping dan belakang bisa memakai yang 60-80%. Sedangkan depan cukup 40% saja. Kalau tetap mau agak sedikit privasi, Wincos juga punya kaca film dengan kegelapan 50% dengan kode HCD 20G yang bisa diaplikasikan di kaca depan.
Kaca film dengan tingkat kegelapan 50% dituturkan Siswanto, saat ini masih sangat amat jarang dijumpai. Kaca film jenis ini dihadirkan untuk memberikan opsi kepada konsumen yang ingin bagian kaca depannya terlihat sedikit gelap dari luar namun tetap terlihat jelas dari dalam. Untuk spesifikasi yang dimiliki kaca film dengan tingkat kegepalan 50% produk Wincos memiliki tolak panas hingga 94%.
Baca juga : Mitos dan Fakta Seputar Kaca Film Mobil, Apakah Bisa Bikin Sinyal Ponsel Kacau?
Untuk mengganti kaca film bawaan mobil dengan produk Wincos, Siswanto menjelaskan ada beberapa paket pemasangan yang ditawarkan. Untuk mobil kecil seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, dan Honda Brio berada dikisaran Rp3,3 juta
Jenis mobil ukuran medium seperti Toyota Avanza, Suzuki Ertiga, Toyota Rush hingga Toyota Kijang Innova Rp3,8 juta. Sementara untuk mobil kategori besar seperti Hyundai Staria dan Toyota Alphard dibanderol Rp4,5 juta.
Baca juga : Nggak Cuma Sekedar Gelap, Ini Tips Pilih Kaca Film di Mobil Sesuai Peraturan Pihak Berwajib
Jaminan Kualitas Mobil
Garansi Satu Tahun
Jaminan 5 Hari Uang Kembali
Harga Pasti, Tidak Ada Biaya Tersembunyi
2021 Suzuki ERTIGA GL 1.5
5.727 km
1,5 tahun
Jakarta
2020 Honda BRIO RS 1.2
18.587 km
3 tahun
Jakarta
2018 Suzuki ERTIGA GX 1.4
17.724 km
5,5 tahun
Jakarta
2022 Toyota AVANZA G 1.5
7.835 km
1,5 tahun
Java East
2019 Honda MOBILIO E 1.5
18.533 km
4,5 tahun
Jawa Barat