Kemunculan Nissan Skyline GT-R R32 EV di ajang Tokyo Auto Salon 2025 di Jepang beberapa waktu lalu cukup menggemparkan. Bagi banyak penggemar Nissan GT-R ini adalah sebuah mimpi buruk. Tapi ada juga yang antusias menyambutnya.
Seperti kita tahu, Nissan GT-R adalah varian tertinggi yang menjadi bagian dari keluarga Nissan Skyline. Dan sejak generasi pertamanya, GT-R memiliki tempat di hati para pecinta mobil sport jalan raya.
Bukan tanpa sebab, GT-R diracik dengan kemampuan layaknya sebuah mobil balap, dan diuji di trek balap sebelum akhirnya resmi diproduksi massal. Dan semua kemampuan itu bisa dimiliki dan dinikmati oleh siapa saja, mengingat GT-R sudah melalui proses homologasi sehingga sah untuk dipakai di jalanan umum.
Produksinya pun tidak terbatas hanya puluhan unit, sehingga mobil ini banyak beredar di seluruh dunia. Nissan pun seakan mengerti dengan sambutan positif terhadap varian tersebut. Tak heran GT-R juga hadir dengan banyak sekali tipe, misalnya V-spec atau Nismo.
Kemudian beberapa bulan belakangan memang sudah tersiar kabar jika GT-R bakal hadar generasi barunya. Tapi yang jadi spekulasi banyak pihak, disinyalir mobil ini berubah wujud jadi mobil listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV). Dan desas-desus itu pun terwujud saat perhelatan Tokyo Auto Salon 2025 yang berlangsung awal Januari lalu.
Lantas apakah hadirnya Nissan Skyline GT-R R32 EV menjadi pertanda pertama jika pabrikan Jepang itu akan melahirkan sebuah EV Sport? Tentu kita hanya bisa menunggu kabar selanjutnya.
Namun yang jelas, untuk pangsa pasar mobil listrik di Indonesia, Wuling yang selama beberapa tahun merajai, harus puas mahkotanya diturunkan kepada BYD. Sebab melalui BYD M6, pabrikan ini berhasil menempati urutan teratas, daftar mobil listrik terlaris di Indonesia.
Nah kedua berita mengenai mobil listrik tadi menjadi bagian dari Top 5 Artikel dengan pembaca terbanyak di Autofun selama sepekan ke belakang. Tentu saja, ada pula artikel terkait mobil bekas yang selalu tinggi peminatnya.
Penasaran apa saja Top 5 Artikel Autofun periode 13-19 Januari 2025? Berikut rinciannya.
Nissan Skyline GT-R R32 EV ini bukan sekedar ditambahkan kata "EV" di depannya. Namun mobil ini benar-benar berubah total jadi Godzilla listrik. Nissan Skyline GT-R R32 sudah pasti sebuah mobil yang sangat dihafal oleh para car enthusiast. Sebab inilah satu dari beberapa generasi GT-R yang ikonik dari Nissan.
Kabar baiknya, Nissan Skyline GT-R R32 sekarang bangkit lagi, dengan perawakan yang sama dengan saat pertama kali muncul di 1989. Tapi kabar lainnya, mobil ini bukan dipersenjatai dengan mesin RB26DETT, tapi diganti motor electric dan baterai listrik.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama muncul rumor akan hadir Nissan GT-R versi setrum. Kabar Godzilla akan berubah jadi belut listrik itu sudah berhembus sejak Maret 2023. Bahkan sempat diprediksi Nissan GT-R generasi berikutnya adalah yang menjadi langkah awal pabrikan Jepang itu untuk beralih ke segmen elektrifikasi di kelas sport car.
Tapi ternyata, gosip itu diwujudkan secara nyata, namun yang menggemparkan adalan Nissan menggunakan bodi asli dari salah satu warisan mobil sport ikonik di era 1990-an tersebut. Penasaran dengan spesifikasi Nissan Skyline GT-R R32 EV 2025 ini? Yuk klik artikel lengkapnya disini.
Meski mobil listrik Neta tidak terlalu bersinar di 2024, namun pada tahun 2025 merek otomotif asal China tersebut sangat optimistis bisnisnya lancar jaya di Tanah Air.
Pasalnya, Managing Director PT Neta Auto Indonesia, Peter Zhang menyatakan, akan melakukan berbagai strategi, termasuk menghadirkan model baru dan juga menambah banyak jaringan penjualan untuk menjangkau konsumen.
Mobil listrik Neta X dan Neta V-II akan ada penambahan varian, sehingga konsumen akan mendapatkan pilihan lebih banyak. Dan Neta juga sedang menyiapkan model baru yang akan dimasukkan ke Indonesia, yang tentunya sesuai dengan kebutuhan pasar. Jadi di tahun 2025, rencananya akan ada tiga model.
Selain produk baru, di tahun 2025 Neta Indonesia juga menargetkan akan ada 40 dealer yang diresmikan dan segera beroperasi. Sehingga hal ini bisa turut menunjang penjualan untuk mencapai target 5.000 unit di tahun ini.
Apa saja kira-kira mobil listrik Neta tahun 2025? Klik disini untuk pembahasan lengkapnya ya.
Hyundai Creta Facelift 2025 dan Creta N Line mulai diproduksi di pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Baik New Creta N Line maupun New Creta N Line Turbo merupakan model Hyundai N ketiga yang diproduksi oleh HMMI setelah sebelumnya memproduksi Ioniq 5 N dan Kona Electric N Line.
Produksi Hyundai Creta facelift 2025 dilakukan oleh para engineer dan teknisi berpengalaman sejak proses pencetakan pelat baja dengan press, pengelasan dan integrasi tubuh kendaraan atau welding/body, produksi mesin untuk kemudian dirangkai secara sistematik menjadi kendaraan utuh (assembly). Guna menjaga dan memastikan kualitas sesuai standar Hyundai global, langkah terakhir New Creta melewati proses pemeriksaan quality control.
Hyundai Creta pertama kali meluncur di Indonesia melalui ajang GIIAS 2021. Mobil pertama yang diproduksi dari pabrik HMMI di Indonesia ini telah diekspor ke lebih dari 60 negara di Kawasan Asia Pasifik, Amerika Tengah dan Selatan, hingga Afrika dan Timur Tengah.
Kalau kalian tertinggal informasi seputar spesifikasi dan harga Hyundai Creta 2025? Klik disini artikel lengkapnya ya!
BYD rasanya tepat memegang predikat baru sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia 2024. Hal ini lantaran angka penjualan mobil listrik BYD, bisa unggul dari Wuling yang selama ini marajai segmen kendaraan mobil tanpa bahan bakar fosil tersebut.
Ya, kalau kita lihat faktanya di jalanan, mungkin jumlah mobil listrik Wuling seperti Air ev atau BinguoEV terlihat sangat banyak. Tapi semenjak hadir di Indonesia pada awal Januari 2024, BYD langsung mengalihkan perhatian konsumen di dalam negeri.
BYD menggedor pangsa pasar kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV). Di pembukaan tahun 2024, tiga model langsung diperkenalkan, yakni BYD Dolphin, BYD, Atto 3, dan BYD Seal.
Meskipun jadi model entry level, rupanya mobil BYD yang paling bagus penerimaannya di pasar justru datang dari tipe Seal. Bahkan sedan electric itu penjualannya terus moncer mengalahkan model Atto 3.
Padahal pihak BYD sebelumnya memprediksi, tren kendaraan jenis SUV yang tengah naik daun, akan berimbas pula pada penjualan Atto 3. Tapi rupanya respon pasar otomotif Indonesia cukup berbeda.
Tidak puas dengan kesuksesan Seal, BYD membuat heboh lagi segmen kendaraan roda empat di Tanah Air. Yaitu dengan menghadirkan BYD M6, sebuah MPV listrik yang masuk kategori entry level. Diniagakan sekelas harga Toyota Avanza maupun Veloz, alhasil M6 mampu menyedot banyak sekali permintaan dari masyarakat yang ingin memilikinya.
Wuling pun membuat sederet langkah strategis lainnya untuk bertahan. Termasuk menghadirkan produk-produk kendaraan listrik lain yang menggoda. Mulai dari munculnya Wuling Cloud EV dengan desainnya yang cantik, sampai tambahan varian Air ev Lite dengan harga yang sangat terjangkau tapi punya baterai dengan jarak tempuh cukup panjang.
Tapi tentunya menaklukkan raksasa sebesar BYD tidaklah terlalu mudah. Wuling pun menyerah di urutan kedua. Seperti apa total penjualan dari BYD dan Wuling? Klik disini jika kalian ingin membaca artikel lengkapnya.
Mobil perkotaan bertubuh mungil, kelebihan dan kekurangan Daihatsu Ceria bekas tentunya wajib kalian ketahui sebelum memutuskan membeli. Daihatsu Ceria pertama kali diluncurkan oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di Tanah Air pada 2001, yang saat itu berhadapan langsung dengan Suzuki Karimun kotak, Hyundai Atoz dan Kia Visto.
Memiliki usia yang cukup singkat, untuk pasar Tanah Air, Ceria hanya mampu bertahan hingga 2006. Sebagai mobil perkotaan dengan pasaran harga bekas mulai dari Rp30 jutaan atau seharga Yamaha N-Max baru, Ceria menjadi solusi tepat bagi keluarga baru yang ingin mempunyai mobil untuk mendukung kegiatan sehari-hari.
Mempunyai nama lain Perodua Kancil untuk pasar Malaysia, klik disini untuk mengetahui secara detil kelebihan dan kekurangan Daihatsu Ceria.