KIA EV6 vs Toyota bZ4X, Mobil Listrik Semiliar Mana yang Layak Dibeli?
Prasetyo · 5 Des, 2022 14:40
0
0
Kehadiran KIA EV6 di Indonesia cukup mengejutkan. Mengingat awalnya PT Kreta Indo Artha dinilai cuma memamerkan mobil listrik KIA ini di pameran GIIAS 2022.
Makin menarik lantaran harga KIA EV6 ternyata sangat bersinggungan dengan mobil listrik lainnya yaitu Toyota bZ4X. Tersedia hanya dalam varian GT-Line EV6 dibanderol Rp1,299 miliar on the road Jakarta. Sementara harga Toyota bZ4X Rp1,19 miliar. Itu berarti keduanya selisih Rp109 juta.
Tampil perdana di GIIAS 2022
Dengan harga lebih mahal dari bZ4X, apakah berarti KIA EV6 juga lebih baik? Kami penasaran untuk membandingkannya dari sisi spesifikasi.
Kedua mobil ini sesungguhnya memiliki karakter desain yang unik. Jika dikatakan SUV, maka keduanya punya tubuh yang pipih, namun perawakannya cukup jangkung.
bZ4X mobil listrik pertama Toyota di Indonesia
Apabila dimasukkan ke kategori MPV juga rasanya kurang ideal, meskipun bodinya sama-sama panjang. Marilah kita sebut keduanya kompak dalam kelas crossover electric.
Tampilan belakang EV6
Tapi ternyata soal dimensi tubuh, EV6 sedikit lebih panjang dan lebih lebar dari bZ4X. Hal ini berimbas pada wheelbase mobil tersebut yang juga lebih baik ketimbang kepunyaan Toyota.
Perbandingan Dimensi
KIA EV6
Toyota bZ4X
Panjang
4.695 mm
4.690 mm
Lebar
1.890 mm
1.860 mm
Tinggi
1.550 mm
1.600 mm
Jarak sumbu roda
2.900 mm
2.850 mm
Tampilan belakang Toyota bZ4X
Kalau soal desain, kami akui keduanya sama-sama punya pahatan tubuh yang futuristik. Sudut-sudut tajam terlihat jelas sekali baik di bagian depan maupun belakang kedua mobil ini.
Kalau bicara mobil listrik pasti yang dibahas pertama kali adalah soal kemampuan motor listrik dan baterainya. Begitu pun dengan KIA EV6 vs Toyota bZ4X.
Mesin Toyota bZ4X
Untuk EV6 menggunakan Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) dengan sistem penggerak oda All Wheel Drive (AWD). Itu berarti motor listrik di mboil ini diletakkan pada poros roda depan dan belakang. Alhasil tenaga yang mampu diproduksi bisa mencpaai 325 PS dengan torsi 605 Nm.
Mesin KIA EV6
Adapun untuk bZ4X menggunakan AC Synchronous Electric Generator. Tenaga yang mampu dihasilkan 203 PS dengan torsi 266 Nm. Toyota harus mengakui kalau EV6 lebih perkasa karena bZ4X yang hadir ke Indonesia cuma tersedia dalam tipe penggerak roda depan (FWD).
Kemudian bagaimana dengan baterai yang dipakai? Untuk bZ4X menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 71,4 kWh. Kalau EV6 baterainya berjenis Liquid Cooled Lithium-Ion dengan kapasitas sedikit lebih besar yakni 77,4 kWh.
EV6 jarak tempuhnya 506 km
Akibat kapasitasnya yang lebih besar, maka jarak tempuh mobil listrik KIA ini bisa lebih jauh. KIA mengkalim kalau mobil ini bisa meluncur sejauh 506 km dalam sekali pengisian daya listrik. Catatan ini diperoleh dengan mode WLTP. Kalau bZ4X hanya 500 km saja.
Jarak tempuh baterai bZ4X 500 km
Yang perlu dicatat dari KIW EV6 adalah kemampuan ultra fast charging pada baterainya. Dengan daya 350 kW, baterai mobil listrik ini bisa diisi dalam kondisi 10% - 80% hanya dalam 18 menit. Tetapi kalau pakai wall charger di rumah, pengisian baterai butuh waktu 7 jam.
Menyoal fitur keselamatan, kedua mobil listrik ini juga sama-sama sudah punya Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Meskipun untuk bZ4X, Toyota menamakannya Toyota Safety Sense (TSS).
KIA Ev6 interior
Kita bahas dari pihak KIA dulu, mobil ini punya Forward Collision Avoidance Assist (FCA), Lane Following Assist (LFA), Lane Keeping Assist (LKA), Smart Cruise Control (SCC) with Auto Stop and Go, Blind Spot Collision Avoidance Assist (BCA), Blind Spot View Monitor (BVM), Rear Cross Traffic Collision Avoidance Assist (RCCA), Driver Attention Warning (DAW), dan High Beam Assist (HBA). Kemudian ada juga fitur Safe Exit Assist (SEA), Surround View Monitor (SVM), dan Remote Smart Parking Assist (RSPA).
Toyota bZ4X interior
Fitur TSS di Toyota bZ4X terdiri dari Pre-Collison System (PCS), Dynamic Radar Cruise Control (DRCC), Lane Tracing Assist (LTA), dan Auto High Beam (AHB). Ditambah pula Blind Spot Monitor (BSM), Safe Exit Assist, Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Rear Camera Detection, Parking Support Brake, dan Panoramic View Monitor.
Kesimpulan
Nah dengan harga beda Rp100 jutaan tapi kemampuan mirip hanya saja KIA lebih powerfull, maka yang menurut Anda lebih baik? Sebagai bahan pertimbangan, jaringan bengkel resmi Toyota lebih banyak daripada KIA. Namun baik Toyota maupun KIA sama-sama belum memiliki fasilitas charging station. Jadi untuk charger baterai bisa pakai kepunyaan PLN.
Menggeluti bidang jurnalistik otomotif sejak 2009 selaras dengan hobinya dalam memodifikasi mobil. Apalagi karakteristik yang berbeda dari setiap kendaraan yang dibuat oleh masing-masing pabrikan, terus menumbuhkan minatnya di dunia otomotif hingga saat ini.