Toyota: Ekspor Yaris Cross ke Australia Butuh Spek Khusus
Herdi · 16 Jun, 2023 08:02
0
0
Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita meminta PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) agar produk terbarunya, Toyota Yaris Cross turut di ekspor ke negara tetangga, Australia.
Agus mengatakan, pasar Australia memiliki kesempatan besar jika TMMIN mengekspor mobil bergaya Sport Utility Vehicle (SUV), seperti halnya Toyota Yaris Cross yang dilengkapi mesin bensin dan hybrid.
Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita meminta Toyota Yaris Cross turut di ekspor ke Australia (Foto: Toyota)
Menanggapi hal tersebut, Direktur Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam menyatakan, Toyota Indonesia akan kembali melakukan studi.
"Pasar Australia agak beda, ini pasar negara maju. Tapi ekspor itu akan lebih kuat kalau yang ekspor jangan Toyota saja (ke Australia), tapi semua brand sama-sama ekspor, harus bareng-bareng gitu," ungkap Bob saat ditemui awak media beberapa waktu lalu.
Toyota Veloz sudah diekspor ke sejumlah negara (Foto: Toyota)
Bagi Bob, alasan perlunya berkolaborasi bersama semua brand ke pasar Australia karena hal tersebut dapat membuat proses logistik dan pengiriman unitnya jadi lebih terjangkau.
Maka dari itu, Bob meminta kepada pemerintah agar alokasi ekspor juga dihimbau ke brand otomotif lainnya yang ada di Indonesia, agar bisa dijual ke negeri Kangguru.
"Kan tidak selamanya kita harus kompetisi, untuk ekspor bisa berkolaborasi,” jelas Bob.
Karakteristik Konsumen Australia
Toyota Fortuner salah satu mobil yang diekspor ke pasar Australia (Foto: Toyota)
Bob sendiri sejatinya sedikit memahami karakteristik pasar otomotif di Australia.
Maklum, sebelumnya TMMIN sudah melakukan ekspor ke negara tersebut berupa Toyota Fortuner sejak Februari 2022 lalu.
"Dia (Australia) lebih SUV. Jadi Australia ada dua marketnya, yang urban yang ada di luar Australia dia butuh cc (kapasitas mesin) besar, tapi ada juga di perkotaan yang butuh cc kecil," ucap Bob.
Kata Bob, hal yang perlu disesuaikan sebagai pabrikan, yaitu bagaimana menyesuaikan produk di negara Australia, dimana pasar SUV besar atau kecil, namun standar mesinnya adalah Euro 5.
Seorang pekerja melakukan tahapan proses perakitan produksi Toyota Yaris Cross di pabrik TMMIN Karawang (Foto: Toyota)
Diketahui, saat ini Indonesia baru menerapkan standar emisi Euro 4 (untuk bensin) serta Euro 2 (untuk diesel), dan itu pun baru dilakukan pada April 2022 kemarin.
"Jadi perlu ada penyesuaian-penyesuaian. Kita juga lihat trade balance dengan Australia ini minus terus, ke depan itu akan lebih besar lagi minusnya, karena kan konsumsi kita naik di Indonesia, sedangkan Australia negara maju yang sudah stable, jadi memang harus ada breakthrough," terangnya.
"Tapi ini domainnya pemerintah, kalau kita swasta ikut saja policy dan insentif yang diberikan pemerintah," sambungnya.
Ekspor Toyota Indonesia ke Berbagai Negara
Proses produksi Toyota Yaris Cross (Foto: Toyota)
Seperti yang diinformasikan, industri otomotif nasional digunakan sejumlah brand otomotif maju sebagai basis produksi yang tak hanya menjual produknya untuk pasar domestik, namun juga ekspor.
Demikian juga dengan TMMIN yang saat ini memiliki kapasitas produksi mencapai 320 ribu unit per tahun, serta 440 ribu unit engine dan part yang diproduksi pada empat pabrik di Karawang dan Sunter.
Toyota Kijang Innova dikapalkan untuk diekspor ke sejumlah negara (Foto: Toyota)
Adapun TMMIN memiliki jumlah ekspor pada periode Januari-April 2023 mencapai 40.754 unit CBU, dengan total ekspor secara kumulatif sampai tahun 2023 mencapai lebih dari 2 juta unit CBU ke lebih dari 100 negara yang meliputi wilayah Timur Tengah, Afrika, Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Timur, Amerika Latin, Oceania, dan Australia.
TMMIN juga sudah menjual 1.733 kendaraan jenis bensin dan 81 Hybrid Electric Vehicle (HEV) dilepas untuk ekspor.
Mengawali karir sebagai jurnalis sejak tahun 2011 di salah satu media massa Nasional Tanah Air. Memiliki ketertarikan untuk membahas bidang otomotif, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga bus dan truk.