Baru-baru ini pihak kepolisian telah mengungkap sindikat pemalsuan oli yang telah beroperasi sejak tahun 2017. Sindikat pemalsuan oli ini melakukan kegiatannya di dua tempat, yakni Penjaringan-Jakarta Utara dan Batu Ceper, Tangerang.
Merek oli yang dipalsukan pun beragam, mulai dari Yamalube 20W-40, Pertamina Enduro 4T Racing 10w-40, Federal Oil Ultratec hingga oli mobil seperti Pertamina Primaxp 20W-50 dan Pertamina Mesran.
Pelaku menjual oli palsu buatannya dengan harga di bawah pasaran, dengan kapasitas produksi 18.000 botol oli palsu siap edar. Polisi pun menyita barang bukti berbagai merek oli, truk, mesin sablon serta stiker merek oli yang dipalsukan.
Baca juga : Cukup Modal Rp 220 Ribu, Jok Yamaha XMAX Jadi Bisa Terbuka Otomatis
Selain membuat oli palsu dengan kemasan yang persis aslinya, ada banyak modus pemalsuan oli yang kerap dilakukan pihak tak bertanggung jawab. Misalnya memasukkan oli kualitas rendah dan murah, ke dalam kemasan oli mahal.
"Itu yang dipakai oli asli tapi yang spesifikasinya lebih rendah dan harganya murah, dimasukkan ke dalam kemasan oli yang aslinya dijual mahal dan punya kualitas lebih tinggi. Itu lumayan selisihnya," kata Rizal Wahyu Abdilah, Sr.SE Retail Bogor, Sales Region III PT Pertamina Lubricants.
Modus seperti ini tidak akan merusak mesin, tapi akan memberikan kerugian secara ekonomi. Karena pelaku membeli oli murah katakan Rp 30 ribu, dituangkan ke dalam botol oli yang biasa dijual Rp 300 ribu.
Baca juga : Jangan Jadi Kebiasaan, Berteduh di Kolong Jembatan Saat Hujan Banyak Ruginya!
Oli palsu memang sulit diberantas, konsumen pun banyak yang terjebak, sehingga harus lebih jeli. Rizal menjelaskan secara fisik bisa diketaui jika oli tersebut asli atau palsu.
"Seperti batch number yang dicetak laser jadi lebih rapi dan posisinya sejajar. Lalu stiker ada hologram yang terlihat pakai sinar UV, lalu juga ada QR code," jelasnya.
Baca juga : Trik Pakai Throttle Body Downdraft Tanpa Korbankan Bagasi, Mesin Lebih Narik Masih Bisa Bawa Barang
Jika QR code pada dua botol oli sama, bisa dipastikan palsu karena QR code setiap digitnya pasti beda. "Kalau sama palsu salah satu atau dua-duanya palsu," ungkapnya beberapa waktu lalu.
Sebagai produsen pun Pertamina tak bisa mencegah tindak pemalsuan oli, sehingga disarankan konsumen harus melindungi dirinya sendiri. Misalnya mencari suplier oli resmi atau membeli di SPBU dan official store pada toko online.