PT Astra Honda Motor (AHM) tampak serius untuk bermain di segmen EV atau Electric Vehicle, terbukti dengan meluncurkan motor listrik ketiganya yang diberi nama Honda ICON e:.
Honda ICON e: belum ada harga resminya, tapi AHM memberikan kisaran harga jualnya yang berada di rentang Rp 28-32 juta on the road DKI Jakarta.
Kalau melihat sekilas, sebenarnya secara fisik motor ini cukup identik dengan motor listrik pertama AHM yaitu Honda EM1 e:.
Keduanya memiliki konsep motor listrik minimalis yang diperuntukan untuk kebutuhan berkendara sehari-hari dalam jarak dekat.
Ini berkaca dari kemampuan daya jelajah dan kecepatannya yang tidak terlalu tinggi.
Baca juga: Favorit Selain BeAT dan Scoopy, Segini Harga Terbaru Honda Vario 125
Secara dimensi keduanya sangat mirip, hanya saja ICON e: sedikit lebih tinggi 5 mm karena adanya perbedaan model spion.
Meski begitu tetap ada sedikit perbedaan seperti jarak sumbu roda ICON e: yang lebih pendek 2 mm, ground clearance yang 3 mm lebih rendah, namun punya posisi jok 2 mm lebih tinggi.
Meski begitu dari segi desain ada sedikit perbedaan, EM1 e: punya lekuk yang lebih membulat dan minim lekukan, memberi kesan maskulin pada motor ini.
Sedangkan ICON e: meski basic desainnya serupa, tapi bodinya punya lekuk lebih banyak dengan sudut lebih tegas seperti terlihat dari side deck juga bodi belakang.
Baca juga: Jangan Salah, Segini Takaran Oli Mesin Honda BeAT dkk Sekarang
Begitu juga pada cover setang EM1 e: cukup sederhana dan berbahan plastik PP, sedangkan ICON e: punya sudut meruncing di tengah mengarah ke depan dan berbahan plastik ABS sehingga bisa sewarna bodi.
Desain tersebut membuat kesan seolah ICON e: memiliki karakter yang lebih tangguh dan macho ketika disandingkan dengan EM1 e:.
Selebihnya secara tampilan cukup identik, seperti lampu utama yang membentuk huruf U terbalik, lampu sein depan yang ada pada cover setang, dan lampu belakang dengan desain memanjang ke samping.
Keduanya juga kompak menggunakan sepatbor belakang model tail tidy, untuk menahan cipratan kotoran dari roda belakang terpasang sebuah mud guard pada swing arm-nya.
Dari segi penerangan, keduanya kompak menggunakan lampu full LED serta dengan desain serupa, lampu utama ditemani juga dengan DRL agar terkesan lebih menarik dan mewah.
Baca juga: Kuak Fakta Motor Listrik Baru Honda, ICON e: dan CUV e:
Namun ketika melihat area spidometer, keduanya punya desain berbeda meskipun tetap menggunakan model digital dengan negative display.
EM1 e: pakai spidometer dengan desain persegi panjang cukup besar berada di tengah, kalau sekilas dilihat bentuknya seperti milik Genio.
Sedangkan Honda ICON e: spidometernya juga persegi panjang, hanya saja dimensinya terkesan lebih compact dan posisinya agak menjorok ke bawah setang.
Lalu melihat ke bawah, keduanya kompak menggunakan kunci kontak model biasa tapi dilengkapi dengan pengaman magnet.
Baca juga: Intip Spesifikasi Honda CUV e:, Motor Listrik Premium yang Dibanderol Mulai Rp 50 Jutaan
Bedanya kunci kontak ICON e: sudah terintegrasi dengan jok, sedangkan EM1 e: masih harus memindahkan kunci kontak untuk membuka jok, posisinya di tengah tepat di bawah pengendara duduk.
Kemudian terdapat laci atau kantung depan yang cukup untuk menaruh barang bawaan tidak terlalu besar, bedanya ICON e: kantung kirinya dilengkapi penutup dan terdapat power charger.
Untuk EM1 e: kompartemen ini tidak dilengkapi penutup, tapi tetap ada power charger di laci kanan.
ICON e: lebih unggul di ruang penyimpanan, karena posisi baterainya berada di bawah kaki pengendara membuat ruang bagasi di bawah joknya cukup lega mencapai 26 liter.
Baca juga: Dijual Mulai Rp 28 Jutaan, Begini Spesifikasi Honda ICON e:
Beda dengan EM1 e: yang mana separuh ruang bagasinya harus dimanfaatkan untuk menyimpan baterai.
Yang jadi pembeda utama dari kedua motor listrik ini sebenarnya ada pada sistem baterainya.
Honda EM1 e: menggunakan sebuah baterai lithium-ion Honda Mobile Power Pack e: berkapasitas 50,26 V 29,4 Ah yang terpasang di bawah jok.
Seperti yang kita tahu kalau EM1 e: yang meluncur lebih dulu menggunakan skema battery swap, jadi penggunanya perlu berlangganan untuk dapat menikmati sistem ini.
Penukaran baterai bisa dilakukan di swap battery station yang tersebar di beberapa titik, salah satunya di AHASS dengan logo e:.
Baca juga: Ketahui Harga, Tipe dan Warna Honda Scoopy Oktober 2024
Dengan sistem ini penggunanya jadi tidak perlu menunggu waktu pengisian baterai, namun kekurangannya jadi tergantung dengan wilayah dari swap battery station tersebut, apalagi klaimnya sekali baterai penuh hanya menempuh jarak 41,1 km.
Kalau mau isi daya sendiri seperti di rumah, AHM menjual Honda Power Pack Charger e: secara terpisah dengan harga Rp 5,9 juta.
Sedang Honda ICON e: hadir dengan skema yang lebih simpel, menggunakan baterai lithium-ion yang mudah dilepas pasang dan mudah di charge di mana saja.
Posisinya berada di bawah kaki pengendara dengan spesifikasi 48V 30,6 Ah.
Dengan spesifikasi baterai tersebut, motor listrik ini klaimnya sekali penuh bisa menempuh jarak 53 km dengan pengujian WMTC Mode.
Baca juga: Honda CBR150R Kena Diskon Sampai Rp 8 Juta, Begini Caranya
Pengisian baterai bisa langsung dilakukan dengan mudah melalui soket yang ada di tengah tepat di bawah pengendara duduk atau membawa baterai ke tempat lain.
Setiap pembelian ICON e: sudah termasuk dengan portable charger yang bisa mengisi baterai 0-100% dalam waktu 7 jam 20 menit, kalau untuk mengisi baterai 25-75% hanya butuh waktu 3 jam 30 menit.
Masuk ke mesin listriknya, kedua motor ini menggunakan penggerak BLDC model hub drive, artinya jadi satu dengan roda belakang berdiameter 10 inci ini.
Namun secara spesifikasi agak berbeda nih, EM1 e: punya tenaga maksimal 1.8 kW pada 540 rpm dengan torsi maksimal 90 Nm di 25 rpm.
Baca juga: Masuk Oktober 2024, Segini Harga Honda BeAT dan Sekelasnya
Sedangkan ICON e: tenaga maksimalnya di 1,81 kW pada 618 rpm dan torsi maksimal 85 Nm di 110 rpm.
Kalau melihat data spesifikasinya, ICON e: punya tenaga lebih besar meskipun torsinya sedikit lebih kecil.
Begitu juga dengan tenaga rata-rata yang dihasilkan ICON e: ini sebesar 1,5 kW dan EM1 e: hanya 0,58 kW.
Apalagi berat kosong ICON e: hanya 89 kg yang mana lebih ringan, karena EM1 e: berat kosongnya mencapai 94 kg untuk tipe standar dan 96 kg pada tipe EM1 e: Plus.
Baca juga: Duel Motor Ayam Jago, Antara Suzuki Satria F150 Atau Honda Sonic 150R?
Tentunya hal tersebut membuat power to weight ratio ICON e: akan lebih unggul, jadi tidak heran kalau motor ini punya klaim kecepatan tertinggi di angka 55 km/jam sedangkan EM1 e: hanya 45 km/jam.
Kalau di area kaki-kaki keduanya sangat identik di mana roda depannya pakai lingkar 12 inci dengan ban 90/90-12, belakang lingkar 10 inci berbalut ban 100/90-10.
Rem depannya pakai cakram mungil diapit kaliper 1 piston dan belakang pakai tipe tromol, remnya juga sudah pakai sistem CBS untuk membagi porsi remnya lebih rata.
Suspensi depan pakai tipe teleskopik seperti motor listrik pada umumnya, yang belakang pakai suspensi ganda yang bisa menahan beban lebih baik juga memberikan kestabilan lebih optimal.
Data Spesifikasi | ||
---|---|---|
Honda ICON e: | Honda EM1 e: | |
1.796 x 680 x 1.085 mm | P x L x T | 1.795 x 680 x 1.080 mm |
1.860 x 680 x 1.080 mm (EM1 e: Plus) | ||
1.298 mm | Jarak sumbu roda | 1.300 mm |
132 mm | Jarak terendah ke tanah | 135 mm |
742 mm | Tinggi tempat duduk | 740 mm |
89 kg | Berat kosong | 94 kg |
96 kg (EM1 e: Plus) | ||
In-Weel Brushless Motor | Tipe motor | In-Weel Brushless Motor |
1.81 kW @618 rpm | Tenaga maksimal | 1,7 kW @540 rpm |
85 Nm @110 rpm | Torsi maksimal | 90 Nm @25 rpm |
1.5 kW | Tenaga rata-rata | 0,58 kW |
Lithium-Ion | Tipe baterai | Lithium-Ion |
48 V 30.6 Ah | Spesifikasi baterai | 50,26 V 29.4 Ah |
11,4 kg | Berat baterai | 10,2 kg |
7 jam 20 menit (0-100%) 3 jam 30 menit (25-75%) | Waktu pengisian baterai | 6 jam (0-100%) 2,7 jam (25-75%) |
Tulang punggung | Tipe rangka | Tulang punggung |
90/90-12 | Ban depan | 90/90-12 |
100/90-10 | Ban belakang | 100/90-10 |
Cakram, kaliper 1 piston, CBS | Rem depan | Cakram, kaliper 1 piston, CBS |
Tromol, CBS | Rem belakang | Tromol, CBS |
Teleskopik | Suspensi depan | Teleskopik |
Ganda | Suspensi belakang | Ganda |
53 km (WMTC Mode) | Jarak tempuh maksimal | 41,1 km (WMTC Mode) |
55 km/jam | Kecepatan maksimal | 45 km/jam |