Seperti diketahui, unit bekas dari Honda Vario 110 Techno karbu bisa diincar bagi Anda yang mendambakan matic keren berbanderol miring.
Meski demikian, yang perlu diingat adalah usianya yang tak lagi muda, meski secara desain masih menarik.
Yup, Honda Vario 110 Techno karbu beredar mulai tahun 2009 dan berakhir pada 2012 setelah varian 125 cc keluar.
Hal tersebut pula yang membuat ada sederet masalah yang berpotensi ditemui pada matic bermesin 110 cc tersebut. Seperti apa?
Baca Juga: Sudah Waktunya Disegarkan, Kapan Yamaha XMax Baru Meluncur?
Dari sekian jenis varian yang ada, keluhan yang kerap hadir oleh pengguna Honda Vario 110 Techno karbu ada di bagian CVT. Hal tersebut bisa jadi karena faktor usia dan perawatannya.
Ciri bagian ini perlu diservis cukup beragam. Mulai getaran motor berlebihan saat putaran bawah ketika hendak berakselerasi. Hingga tarikan motor yang terasa lemot.
Masalah getaran di putaran mesin tersebut biasanya terjadi pada bagian kampas kopling ganda serta mangkok yang sudah tipis atau selip.
Selain getaran saat berkendara, performa motor pun menjadi payah saat dibawa menanjak.
Di samping itu, ada beberapa kemungkinan lain yang bisa menyebabkan motor matic kurang bertenaga.
Semisal ruang CVT kotor, kondisi V-belt yg sudah aus, roller aus hingga pegas driven face lemah.
Karena itu, perawatan komponen penggerak pada ruang CVT disarankan setiap 8.000 km.
Serta untuk penggantian V belt setiap 24.000 km atau 2 tahun dalam kondisi penggunaan normal.
Selain 'takdir' bawaan Honda Vario 110 Techno karbu yang boros, masalah lain di motor ini sebenarnya umum ditemui pada motor-motor 4-tak.
Misalnya jika keluar asap, cek jeroan mesinnya, karena ada indikasi oli masuk ke ruang bakar. Tapi masalah tersebut jarang ditemui saat mendapatkan unit yang terawat.
Tetapi dari sistem pendinginan cairnya, perlu perhatian detail karena faktor usia. Contohnya bagian kisi radiator yang bocor karena gesekan dengan kipas, atau kotoran yang menghambat jalur air.
Lalu bisa jadi masalah hadir dari sil waterpump yang rusak. Akibatnya, ketika mesin berjalan, langsung ada komponen yang kebanjiran oli.
Lagi-lagi faktor usia bisa mempengaruhi komponen. Kali ini coba cek bagian kelistrikan. Tak melulu soal aki, karena bisa saja hanya peranti kecil seperti sekring yang mati.
Diluar itu, komponen kiprok dari motor tersebut juga bisa jadi pemicu borosnya pengeluaran Anda.
Pasalnya, ketika kiprok rusak, maka pengisian daya aki tidak optimal dan berujung kelistrikan yang kerap tekor.
Mengingat penyakitnya yang umum dan rasanya mudah diatasi, sekarang berapa sih harga pasaran unit bekasnya?
Melirik situs jual beli online, untuk area Jakarta motor ini sudah dibanderol tak sampai Rp 10 juta.
Paling murah ada yang melepasnya dengan nominal Rp 5 juta untuk keluaran tahun 2010.
Kemudian ada pula yang melepasnya Rp 6 jutaan bahkan Rp 8 jutaan untuk tahun yang sama.
Untuk tahun 2011 ada yang melepas dengan banderol Rp 7 jutaan hingga Rp 8 jutaan.
Yup, karena usia motor yang sudah lebih 10 tahun, harga pasar yang terbentuk sudah tak lagi ada patokan tahun muda pasti lebih mahal.
Tentunya kondisi unit, kelengkapan surat-surat akan bicara dan mempengaruhi harga jualnya.
Tinggal kalian harus pintar-pintar memilih unit incaran nih, baiknya jangan terburu-buru agar mendapatkan unit yang segar.